pasang iklan gratis

Budidaya Kroto Gak Ada Matinya

Posted by Faizal Jatmiko 0 komentar
Sudah lama tidak update blog kita ini, rasanya bingung mau nulis apa, sepertinya apa yang saya ketahui dan saya alami tentang budidaya kroto sudah saya tulis semua. Alias macet, blank, belum ada ide lagi untuk nulis artikel tentang ternak kroto. Tulisan ini sekedar curhat, bingung mau nulis apa, padahal banyak yang tertarik tentang budidaya kroto dan menanti trik dan tips baru yang jitu dalam budidaya kroto.


Artikel ini berjudul budidaya kroto gak ada matinya. Mengapa demikian? Ya alasannya adalah bahwa sekarang ini para pecinta burung ocehan atau burung kicauan semakin banyak, sehingga tentu saja permintaan kroto sebagai pakan burung ocehan semakin tinggi pula dan itu salah satu yang memicu tingginya harga kroto di tingkat pengecer di pasar.

Melihat keadaan demikian, sudah sepatutnya kita tetap semangat berusaha meningkatkan produksi kroto dengan mencari bibit-bibit baru dari alam, atau bisa juga bagi yang punya modal besar dengan membeli dari para peternak semut rangrang yang sudah sukses.

Yang penting tetap ulet dan semangat. Keberhasilan budidaya kroto tergantung pada jumlah sarang yang kita miliki, semakin banyak sarang yang kita miliki, maka akan semakin banyak pula produksi krotonya, dan otomatis semakin banyak pula uang yang bisa kita dapatkan dari hasil penjualan kroto tersebut.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam budidaya kroto, seperti halnya usaha lainnya, yaitu berdo'a kepada Allah SWT, semoga apa yang kita usahakan akan selalu membuahkan hasil yang bagus, demi menaffkahi keluarga tercinta.

Mari kita saling bertukar informasi tentang budidaya kroto, agar kita bisa sukses bersama.

Baca Selengkapnya ....

Belajar Budidaya Ternak Kroto 2014

Posted by Faizal Jatmiko 0 komentar
Malam ini ada pengunjung blog kita ini yang berkomentar, yaitu Mba' Nana Tharina. Katanya Mba' Nana Tharina baru mau terjun ke bisnis budidaya kroto dan mohon bimbingan, wah kayaknya berat itu Mba Nana kalau saya suruh mbimbing, sedangkan saya saja masih belajar dalam budidaya ternak kroto.


Mba' Nana, mari kita belajar bersama, saling berbagi informasi tentang ternak kroto, saling tukar tips dan trik budidaya kroto terbaru yang kita temukan, sehingga dengan demikian, kita akan bisa maju bersama-sama agar bisa sukses budidaya kroto yang saat ini masih sangat menjanjikan karena mahalnya harga kroto di pasaran.

Beberapa cara belajar ternak budidaya kroto yang bisa kita lakukan, yaitu:
  1. Kita bisa belajar budidaya kroto lewat off line ke peternak terdekat tempat tinggal kita jika ada.
  2. Belajar lewat on line di internet, cari artikel tentang budidaya kroto sebanyak mungkin dan sedetail mungkin, namun kendalanya masih ada beberapa master budidaya kroto yang masih enggan memberikan tips dan trik budidaya kroto yang bagus secara gratis.
  3. Atau cara yang ketiga, yaitu belajar budidaya kroto secara autodidak, belajar sendiri dengan uji coba atau coba-coba salah, trial and error.
Saya sendiri belajar budidaya kroto dari seorang peternak asal Yogyakarta dengan cara membeli bibit kroto 2 toples seharga Rp. 300.000,- dan saya dikasih bonus sekeping CD pembelajaran budidaya kroto.

Dan selebihnya saya belajar sendiri dengan melakukan uji coba, baik dlam hal sarang, pakan, rak, cara pemindahan sarang dari alam, cara pembuatan sarang toples budidaya kroto, maupun cara-cara lainnya.

Semua cara dan apa yang saya tahu sudah saya tulis di blog kita ini dan akan saya tulis terus setiap ada sesuatu yang baru, baik perkembangan yang menggembirakan maupun yang tidak menggembirakan, dengan harapan bisa saling membantu kita dalam hal budidaya kroto.

Demikian, Belajar Budidaya Ternak Kroto 2014, semoga bisa membantu.

Baca Selengkapnya ....

Waspadai Cicak Kendala Budidaya Kroto

Posted by Faizal Jatmiko 0 komentar
Cicak atau cecek adalah binatang merayap yang banyak hidup di rumah kita yang biasanya berada di dinding rumah kita. Cicak, selain dapat mendatangkan keuntungan yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak kroto, ternyata juga bisa menjadi kendala. Mengapa demikian? Setelah melakukan pengamatan beberapa hari terhadap rak budidaya kroto, ternyata cicak dari dinding sering melompat ke rak atau meja ternak kroto.


Tadinya saya beranggapan bahwa cicak tidak berani melompat ke rak budidaya kroto, eh ternyata berani juga. Apa yang dilakukan cicak di rak saya. Waduh, ternyata hal ini sangat merugikan saya. Dalam rak saya tadinya ada sekitar 2 toples koloni semut rangrang baru tangkapan dari alam dengan kroto bawaan yang lumayan cukup banyak.

Dalam waktu satu minggu, kroto bawaan mulai menetas menjadi semut rangrang, dengan demikian mestinya koloni tiap toplesnya akan bertambah penghuni, yaitu semut rangrang semakin banyak. namun ternyata, setelah saya perhatikan, bukannya tambah banyak semut rangrangnya, melainkan semakin berkurang tiap harinya. Lho kok bisa?

Ternyata cicak yang melompat ke rak budidaya kroto telah menyantap semut rangrang. Meskipun cicak mendapat serangan dari semut prajurit, namun tetap saja nekat melompat ke rak dan berhasil memangsa beberapa semut rangrang setiap malamnya. Hal ini telah terjadi hampir setiap malam selama 2 minggu.

Itulah sebabnya koloni semut rangrang bukan bertambah banyak malah semakin sedikit karena dimangsa oleh cicak yang melompat ke rak budidaya kroto.

Terus bagaimana solusinya?

Ada 2 cara menghalau cicak agar tidak mengganggu ternak kroto, yaitu:
  1. Tempatkan rak atau meja ternak kroto agak jauh dari dinding dengan jarak sekitar 50 cm, dengan demikian cicak tidak bisa melompat untuk menjangkau rak atau meja ternak kroto.
  2. Tangkap cicak dan gunakan sebagai pakan semut rangrang. Lakukan penangkapan cicak setiap hari, terutama di lokasi sekitar rak. Dengan demikian cicak akan berkurang bahkan bisa habis, kalaupun ada yang tersisa, para cicak akan ketakutan dan tidak berani menampakkan diri atau bahkan kapok tidak mau mendekat rak ternak kroto lagi.
Apakah dengan 2 cara menghalau cicak agar tidak mengganggu ternak kroto ini terus cicak tidak mengganggu lagi. Jawabannya tetap tidak bisa menjamin, karena cicak di rumah kita tetap dapat berkembang biak di atap rumah yang tersembunyi yang sewaktu-waktu akan datang lagi untuk memangsa semut rangrang.

Untuk itu, kita harus tetap waspada dan selalu mengontrol atau mengecek rak tiap hari dan perhatikan lokasi sekitar rak agar gangguan cicak bisa kita minimalkan.

Demikian, Waspadai Cicak Kendala Budidaya Kroto. Semoga bisa membantu.

Baca Selengkapnya ....

Siapa yang membuat jaring pada sarang semut di toples

Posted by Faizal Jatmiko 0 komentar
Salam kroto. Siapa yang membuat jaring pada sarang semut rangrang di toples. Sahabat flodesta yang baik hatinya. Semoga hari ini awal indah buat kita semua. Kali ini flodesta ingin berbagi pengetahuan lagi tentang semut rangrang. Masih banyak dari kita belum tahu siapa yang membuat jaring putih pada sarang semut. Apakah jaring atau lamat di buat di daun atau media lain seperti bambu, botol platik, pralon dan lain sebagainya. Mengapa begitu penting fungsinya jaring ini untuk semut.

Inilah gambar penampakan semut yang membuat jaring baru di toples. Gambar ini saya ambil ketika baru membuat jaring.


jaring sarang semut toples















Semut rangrang tidak bisa membuat jaring secara langsung ketika dapat dari alam, koloni semut akan merasa stress (jarene) ketika berada di media yang baru. Mereka akan berjatuhan, berhamburan kemana mana  karena semut ini belum terbiasa dengan tempat barunya bisa di katakan adaptasi dulu lah.

Sarang atau koloni yang kita dapat dari alam bisa membutuhkan berhari hari untuk menyesuaikan tempat barunya. Disamping tempat, ruangan beserta makanan harus menyesuaikan lagi. Jadi jangan buru buru menyerah bagi sobat yang sudah mencoba.

Jaring sangat wajib bagi sebuah sarang semut rangrang. Dimana jaring tersebut selain untuk sembunyi, menyimpan telur telur yang di hasilkan juga tempat untuk bertelur. Misalkan saja kita gunakan media toples tranparan, disitu bisa dilihat bahwa telur yang sudah jadi kroto pasti akan di tempatkan pada jaring. Kecuali kalau masih jadi telur atau larva pasti masih menempel di dinding toples.

Tidak menutup kemungkinan kroto bisa tertumpuk di dinding karena terlalu banyaknya kroto yang di hasilkan. Tanpa adanya jaring, semut beserta krotonya pasti menempel di dinding toples semua. Biasanya ciri ciri tersebut terdapat pada sarang semut dari alam yang baru di pindah ke dalam toples.


jaring sarang semut















Syarat dari terbentuknya jaring adalah adanya larva dalam koloni tersebut. Lihat gambar paling atas disitu larva di gunakan semut untuk membuat jaring. Menurut flodesta tanpa adanya larva tidak akan terbentuk jaring semut pada sarang di toples.

Dari sobat flodesta mungkin pernah mencoba menangkar semut tetapi hanya semut dan kroto saja yang di coba . Dipastikan sarang semut di toples tidak akan membuat jaring.  ya tow...sudah terbukti. Maka untuk mencoba supaya semut cepat membuat jaring jangan semutnya saja yang di pindah harus koloni lengkap, tanpa ratu juga gak ada masalah.. Minimal ada telur dan larva ojo lali karo semute lengkap.

Begitulah pengalaman flodesta yang bisa saya bagi tentang Siapa yang membuat jaring pada sarang semut rangrang di toples. Semoga bermanfaat. Ojo lali karo cendole sob ben tambah seger. suwun banget njih...


Baca Selengkapnya ....

Kodok Kendala Ternak Budidaya Kroto

Posted by Faizal Jatmiko 0 komentar
Ada beberapa kendala yang harus dihadapi dalam ternak atau budidaya kroto, di antaranya adalah datang dari hewan peliharaan di rumah maupun hewan penghuni rumah kita. Salah satunya adalah Kodok. Selain kucing dan tikus, kodok juga merupakan hewan yang dapat mengganggu budidaya kroto. Kodok adalah hewan pemakan serangga termasuk nyamuk dan semut. Kodok juga merupakan hama pemakan semut rangrang.


Kodok brontok, itu nama di tempat saya, kodok ini biasanya berada di dapur rumah kita, yang terkadang bermain sampai ke dalam rumah atau di bawah tempat tidur, maklum rumah kelas elit (ekonomi sulit) plus jadul dan berantakan.

Yang saya alami, dulu ketika wadah air penghalang pada kaki rak menggunakan piring, itu lebih parah, karena kodok mudah sekali masuk ke piring dan menunggu semut rangrang yang berkeliaran berada di kaki rak, itu merukana santapan empuk bagi kodok. Akibat lain adalah air yang berada di piring lama-lama kering karena terbawa oleh kodok yang keluar masuk.

Setelah mengetahui hal itu, piring saya ganti dengan toples astor, bukan membaik, malahan menimbulkan masalah baru, semut rangrang mampu mencapai bibir toples tempat air dengan membuat jembatan semut dan lalu kabur. Lebih jelasnya bisa baca pada Hal Fatal yang Harus Dihindari dalam Budidaya Kroto.

Sekarang saya menggunakan baskom kecil seharga Rp. 10.000,- 3 untuk tempat air penghalang pada kaki rak. dengan wadah baskom yang diameternya sedikit lebar, semut rangrang tidak bisa menjangkau bibir baskom untuk melarikan diri.

Lain halnya dengan kodok, binatang ini masih tetap bisa mengganggu meskipun piring sudah saya ganti dengan baskom yang agak lebih tinggi. Ternyata kodok mampu melompat dan masuk ke dalam baskom. Meskipun dapat masuk ke dalam baskom, air pembatas tidak habis karena baskom lumayan tinggi.

Mungkin solusi lain adalah dengan menggunakan ember kecil yang lebih tinggi supaya kodok tidak bisa menjangkau.

Demikian Kodok Kendala Ternak Budidaya Kroto, semoga bermanfaat.

Baca Selengkapnya ....
Email Marketing Sevices - Jasa Penyedia Autoresponder Indonesia
Jasa Toko Online support Jasa iklan - Original design by Miko | Copyright of Semut Kroto Temanggung.